Kuasa perkataan

Sering kali setiap manusia berkata tidak berpikir 2 kali.

Hal itu memang wajar karena perkataan merupakan respon dari pemikiran kita.

Pola pikir kita dapat tercermin melalui perbuatan dan perkataan kita, apakah hal tersebut membangun atau menghancurkan.

Perkataan demi perkataan terucap melalui lidah kita, ada kalanya lidah mengeluarkan kutuk dan ada kalanya lidah mengeluarkan berkat.

Ada perkataan bahwa “lidah lebih tajam dari pedang bermata 2 sekalipun”.

Apa yang telah kita katakana tidak dapat kita hapus, karena perkataan itu akan tercerna dan tersimpan baik dalam pikiran dan hati seseorang yang mendengarnya.

Ketika kita mengatakan hal yang menyakitkan seseorang, tanpa kita sadari kata-kata itu akan selalu tersimpan dalam pikiran dan hatinya, membuahkan rasa sakit dan tidak terima yang cukup dalam, ia tidak akan dapat melupakan apa yang telah kita katakana padanya walaupun ia telah memaafkan kita.

Sering kali manusia lebih menggunakan lidahnya untuk mengucapkan kata-kata kutuk bukan berkat.

Hal ini terjadi karena pikiran dan hatinya lebih dipenuhi kutuk bukan berkat.

Lidah memiliki kuasa atas perkataan , tapi kita memiliki akal pikiran untuk mengontrol tubuh kita juga perkataan kita dan pikiran kita dapat kita control melalui hati nurani kita.

Perkataan yang terucap oleh lidah kita memiliki kuasa untuk terjadi, apalagi ketika perkataan kita itu dilandasi oleh iman percaya yang tulus.

Oleh sebab itu lebih baik dan berguna jika kita memberi makan hati kita dengan segala hal yang baik sehingga pikiran kita dapat mengontrol perkataan kita untuk mengucapkan hal yang baik pula.

Perkataan yang terucap memiliki kuasa bila dilandasi kepercayaan, bahkan oleh kuasa perkataan, kita dapat mencampakkan gunung ke dalam laut.

Karena telah kita ketahui bahwa perkataan memiliki kuasa, marilah kita sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan hati nurani, lebih mengontroldiri kita sendiri agar lebih berguna bagi orang lain dan kita sendiri.

Kita sebagai manusia memiliki kemampuan untuk menguasai pola pikir kita juga perkataan kita, untuk itu sebaiknya kita tanamkan hal yang baik dan menjadi berkat dalam hati kita, pola pikir kita, perkataan juga perbuatan kita.

Seseorang yang baik bukan orang yang memiliki segalanya tapi orang yang bisa membangkitkan dirinya maupun orang lain.

Ingatlah perkataan memiliki kuasa.

Perkatakanlah yang kamu percayai dan lakukanlah apa yang kamu katakan 🙂

<!–[if !mso]> <! st1\:*{behavior:url(#ieooui) } –>  

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Comic Sans MS”; panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Sering kali setiap manusia berkata tidak berpikir 2 kali.

Hal itu memang wajar karena perkataan merupakan respon dari pemikiran kita.

Pola pikir kita dapat tercermin melalui perbuatan dan perkataan kita, apakah hal tersebut membangun atau menghancurkan.

Perkataan demi perkataan terucap melalui lidah kita, ada kalanya lidah mengeluarkan kutuk dan ada kalanya lidah mengeluarkan berkat.

Ada perkataan bahwa “lidah lebih tajam dari pedang bermata 2 sekalipun”.

Apa yang telah kita katakana tidak dapat kita hapus, karena perkataan itu akan tercerna dan tersimpan baik dalam pikiran dan hati seseorang yang mendengarnya.

Ketika kita mengatakan hal yang menyakitkan seseorang, tanpa kita sadari kata-kata itu akan selalu tersimpan dalam pikiran dan hatinya, membuahkan rasa sakit dan tidak terima yang cukup dalam, ia tidak akan dapat melupakan apa yang telah kita katakana padanya walaupun ia telah memaafkan kita.

Sering kali manusia lebih menggunakan lidahnya untuk mengucapkan kata-kata kutuk bukan berkat.

Hal ini terjadi karena pikiran dan hatinya lebih dipenuhi kutuk bukan berkat.

Lidah memiliki kuasa atas perkataan , tapi kita memiliki akal pikiran untuk mengontrol tubuh kita juga perkataan kita dan pikiran kita dapat kita control melalui hati nurani kita.

Perkataan yang terucap oleh lidah kita memiliki kuasa untuk terjadi, apalagi ketika perkataan kita itu dilandasi oleh iman percaya yang tulus.

Oleh sebab itu lebih baik dan berguna jika kita memberi makan hati kita dengan segala hal yang baik sehingga pikiran kita dapat mengontrol perkataan kita untuk mengucapkan hal yang baik pula.

Perkataan yang terucap memiliki kuasa bila dilandasi kepercayaan, bahkan oleh kuasa perkataan, kita dapat mencampakkan gunung ke dalam laut.

Karena telah kita ketahui bahwa perkataan memiliki kuasa, marilah kita sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan hati nurani, lebih mengontroldiri kita sendiri agar lebih berguna bagi orang lain dan kita sendiri.

Kita sebagai manusia memiliki kemampuan untuk menguasai pola pikir kita juga perkataan kita, untuk itu sebaiknya kita tanamkan hal yang baik dan menjadi berkat dalam hati kita, pola pikir kita, perkataan juga perbuatan kita.

Seseorang yang baik bukan orang yang memiliki segalanya tapi orang yang bisa membangkitkan dirinya maupun orang lain.

Ingatlah perkataan memiliki kuasa.

Perkatakanlah yang kamu percayai dan lakukanlah apa yang kamu katakan J

Sering kali setiap manusia berkata tidak berpikir 2 kali.

Hal itu memang wajar karena perkataan merupakan respon dari pemikiran kita.

Pola pikir kita dapat tercermin melalui perbuatan dan perkataan kita, apakah hal tersebut membangun atau menghancurkan.

 

Perkataan demi perkataan terucap melalui lidah kita, ada kalanya lidah mengeluarkan kutuk dan ada kalanya lidah mengeluarkan berkat.

Ada perkataan bahwa “lidah lebih tajam dari pedang bermata 2 sekalipun”.

Apa yang telah kita katakana tidak dapat kita hapus, karena perkataan itu akan tercerna dan tersimpan baik dalam pikiran dan hati seseorang yang mendengarnya.

 

Ketika kita mengatakan hal yang menyakitkan seseorang, tanpa kita sadari kata-kata itu akan selalu tersimpan dalam pikiran dan hatinya, membuahkan rasa sakit dan tidak terima yang cukup dalam, ia tidak akan dapat melupakan apa yang telah kita katakana padanya walaupun ia telah memaafkan kita.

 

Sering kali manusia lebih menggunakan lidahnya untuk mengucapkan kata-kata kutuk bukan berkat.

Hal ini terjadi karena pikiran dan hatinya lebih dipenuhi kutuk bukan berkat.

Lidah memiliki kuasa atas perkataan , tapi kita memiliki akal pikiran untuk mengontrol tubuh kita juga perkataan kita dan pikiran kita dapat kita control melalui hati nurani kita.

 

Perkataan yang terucap oleh lidah kita memiliki kuasa untuk terjadi, apalagi ketika perkataan kita itu dilandasi oleh iman percaya yang tulus.

Oleh sebab itu lebih baik dan berguna jika kita memberi makan hati kita dengan segala hal yang baik sehingga pikiran kita dapat mengontrol perkataan kita untuk mengucapkan hal yang baik pula.

Perkataan yang terucap memiliki kuasa bila dilandasi kepercayaan, bahkan oleh kuasa perkataan, kita dapat mencampakkan gunung ke dalam laut.

Karena telah kita ketahui bahwa perkataan memiliki kuasa, marilah kita sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan hati nurani, lebih mengontroldiri kita sendiri agar lebih berguna bagi orang lain dan kita sendiri.

Kita sebagai manusia memiliki kemampuan untuk menguasai pola pikir kita juga perkataan kita, untuk itu sebaiknya kita tanamkan hal yang baik dan menjadi berkat dalam hati kita, pola pikir kita, perkataan juga perbuatan kita.

Seseorang yang baik bukan orang yang memiliki segalanya tapi orang yang bisa membangkitkan dirinya maupun orang lain.

Ingatlah perkataan memiliki kuasa.

Perkatakanlah yang kamu percayai dan lakukanlah apa yang kamu katakan J

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s