Ketika penderitaan menyatu dalam darah

Manusia merupakan makhluk kebiasaan..
Ketika manusia sudah terbiasa dengan penderitaan, maka hatinya bisa menjadi beku dan kaku..
Ini masih lumayan..
Yang jauh lebih berbahaya adalah ketika manusia sudah kehilangan hati dan bahkan memanfaatkan orang lain..
Bencana bagi manusia lain menjadi rencana mendapatkan keuntungan..
Airmata orang lain adalah berita yang akan menggelembungkan oplah surat kabar..
Hancurnya pernikahan orang lain dan penderitaan anak-anaknya adalah kesempatan baik untuk melejitkan rating acara televise..
PENDERITAAN TELAH MENJADI KOMODITI!!

Kita sebagai manusia, memiliki tugas besar..
Bukan untuk mengarahkan tatapan dan analisis kepada orang lain..
Tetapi memandang diri kita pada cermin firman Tuhan..
Apakah kita adalah manusi-manusia yang masih bisa tergetar dengan penderitaan orang lain?
Apakah hati yang tergetar itu masih bisa membuat tangan dan kaki kita melakukan sesuatu demi orang lain?

Ketika seseorang manusia menjadi biasa dengan penderitaan orang lain..
Hati manusia menjadi kaku dan beku, sementara akalnya mencari jalan untuk memanfaatkan penderitaan itu demi keuntungan sendiri..
Bukankah zaman tetap tidak berubah?
Tetap zaman edan!

Manusia yang terlalu terbiasa melihat maupun mengalami penderitaan,
Hatinya dipenuhi rasa sakit dan dendam yang mengakibatkan ia menjadi seorang yang dingin..

Seseorang yang acuh pada lingkungannya..
Semakin banyak penderitaan yang dialamii semakin dalam kedinginan itu masuk dan menyatu dengan jiwa manusia tersebut..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s